Ohh Tuhan! seperti mimpi... baru kali ini aku disukai seseorang
yg aku juga menyukainya... terlebih lagi dia yg menyatakan rasa sukanya
dulu padaku." sebenarnya yg gw suka saat ini adalah...'Ella',
CinderElla!!! " kata-katanya itu benar-benar menyentuh hati seorang
perempuan.Beda dengan laki-laki jutek yg selama ini kukejar... huh,
nyebelin. Galz pun mulai bertanya lagi padaku.
" Ella! bersediakah
menemaniku nonton malam ini!? "
" mau mau mau, ya! " jawabku cepat begitu
saja.. kegirangan.
Dan Elsa pun meninggalkan kami dengan muka yg tampak
kesal sekali.. biarlah!
Galz pun menggandengku dan mengantarku ke ruang
kelas. Duhhh rasanya hatiku saat ini sangat berbunga-bunga
sekali.. Pulangnya aku pun berjalan bersama Galz... menuju halte,
sepertinya Galz jg sama dengan Denis.. pulang ke rumah dengan menaiki
kendaraan umum. Disaat itu pun Denis muncul dihadapan kami sedang
berjalan juga tak tahu mau kemana. Seketika kulepas gandenganku dari
Galz... Denis berhenti sebentar, namun sesaat Galz menggandengku lagi...
Denis pergi tanpa menghiraukanku. Tetapi saat itu hatiku berguncang
kembali... rasa sakit itu muncul lagi. Tak tahu kenapa setelah Denis
pergi walau saat ini aku bergandengan dengan Galz... hatiku masih
merasakan tidak enak hati.
Ohh Tuhan! kenapa aku ini... Dan
tibalah kami di halte. Galz lalu bercerita sesuatu sambil kami menunggu
kendaraan umum yg akan datang ke halte. Katanya dia kenal dengan pria
barusan (Denis)... dulu saat Kompetisi Siswa Berprestasi di Yunani
dirinya sempat dipermalukan oleh Denis. Dan hasilnya Galz menjadi juara
ke-2 RUNNER UP! dalam kompetisi itu...sampai sekarang dia tidak menerima
hasil itu... dan berambisi mengambil semua milik Denis sebagai
balasannya. Dan lalu aku pun menyadari... bahwa pernyataan cintanya
barusan di Kampus juga hanyalah pelampiasannya saja, dia tidak benar
tulus kurasa. Lantas aku melepas genggamannya dan pergi dari situ..."
Ella! " teriak Galz. Lantas Galz pun mulai mengejarku juga. Dan beberapa
blok kemudian aku berlari.. tiba-tiba aku terjatuh menabrak sesosok
tubuh yg kurasa seorang pria. Dan kagetnya aku saat menatap wajahnya...
"
Ahhhhh, Paman! " sahutku kaget.
" hahahahaha 3:) ponakanku tercinta..
kenapa tergesa-gesa begitu hahhhh ? hmmm! "
Lantas Paman VirgO
mendekatiku.
" Paman mau apa? "
" ikat dia! " perintah VigoR kepada tiga
anak buah kepercayaannya.
" Siap Bos! "
Galz yang datang lalu melihatku
pun kaget juga mendapati empat sosok menyeramkan di depannya. Dia pun
lari meninggalkanku. Tetapi tiba-tiba saja sesosok bayangan loncat dari
arah tong dan menyerang Paman.. " DESH ".
Paman pun jatuh tersungkur.
Ketiga pria itu kini telah mengikatku dan menuju bayangan itu. Dan
ternyata bayangan itu adalah " Denis ".
" Ella, tahan disitu! tunggu
sebentar... "
Denis pun kini mulai menghadapi ketiga pria garang
itu. Salah satu dari mereka berteriak kepada Paman...
" Bos! ini dia
orangnya "
" ohhh, ternyata dia! dan kurasa dia memiliki hubungan khusus
dengan keponakanku tersayang... hahahahaha 3:) pukulan tadi kuanggap
sebagai salam.. terima kasih "
Dan ketiga pria garang itu pun kalah oleh
Denis, tetapi kulihat Denis juga sudah sempoyongan. Lantas Paman mulai
berlari menuju arah Denis dan menerjangnya dengan satu tendangan keras.
"
BUAGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH "
" ahhhhhhhhhhhhhh " Denis berteriak.
"
kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" aku pun tak sanggup melihatnya.
Paman
VirgO mulai memukul Denis bertubi-tubi disaat Denis terkapar di
tanah... memukul dengan kedua kaki dan tangannya bergantian. Aku tak
sanggup melihatnya... sungguh sadis. Ditambah lagi tendangan - tendangan
Paman itu mengarah ke wajah Denis terus. Anak buah Paman ( ketiga pria
garang itu ) yg terbujur kaku di tanah juga hanya kegirangan melihat
aksi Paman.
" Hajar terus, Bos! "
" Hajar terus "
" yeahhhhhhh hahahahaha
3:) yoshaaaaaaaaaa "
" Hentikan Paman! Hentikan! " aku pun mulai berani
bersuara.
" Hentikan!!! hmmmmm.. baiklah Ponakanku yg cantik jelita.
Kalau mau ini dihentikan... berhenti berteriak dan ikut denganku "
Paman
mulai melabrakku... Dia marah sekali. Aku pun jadi ketakutan dibuatnya.
"
Ja... ngan.. Ell.. a " sahut Denis lemas.
Paman lalu membawaku yg
terikat menuju ke mobilnya. Dan ketiga pria garang itu menyusul sambil
menendangi Denis.
" BUAGHH BUAGHHHH "
" ahhhhhhhhhhhhhhhhh ahhhh " teriak
Denis kesakitan.
Dan membuat hatiku semakin sakit jadinya. [maafkan aku
Denis!] bisikku dalam hati.
Mobil ferarri hitam yg kunaiki pun
mulai berjalan. Aku benar-benar tak tahu ini akan menuju kemana.Tetapi
aku tak habis akal. Mereka memang mengikatku, tetapi mereka membawa juga
peralatan Kuliahku... sangat ceroboh memang kurasa. Aku yg duduk di
belakang mereka lalu mulai memandangi jendela dan menulis semua tulisan
di jalan yg menurutku bisa aku jadikan petunjuk. Lalu menaruhnya di
sepatuku dan membuangnya dari jendela tanpa sepengetahuan mereka. Namun
Pamanku tiba-tiba terkekeh " hehehe " sepertinya dia mengetahui
gerak-gerikku tetapi sengaja membiarkannya. Dan kini aku hanya bisa
berharap semoga seseorang yg mengambil sepatuku mengerti isi pesan yg
kusampaikan di kertas yg kuselipkan dibawah sepatuku itu.Dan kuharap itu
Denis, Semoga!
Dan mobil pun melaju dengan kencangnya ke arah
villa di dataran tinggi yg kurasa di daerah Bandung lebih tepatnya ini.
Sambil terus tertawa dan aku pikir Pamanku memang sudah gila.. Paman
mulai menanyaiku
" Ingin makan apa ponakanku yg terindah? hmm! mau
sossis, ikan panggang, steak, pizza, burger keju... ayo apa saja!
sebutkanlah hahahahaha 3:) "
Dan Paman mulai melepas ikatanku tak tahu
kenapa. Aku bingung sekali dengan Pamanku ini... aneh, sadis, bengis,
jahat tapi kurasa memiliki sedikit sisi hangat juga.
" Aku mau burger
keju Paman "
" Baiklah! dua burger keju yg sesungguhnya Hans.. hahahahaha
3:) plus wine dan aku tidak suka dibuat menunggu.. mengerti!!! " sambil
menatap anak buahnya serius sekali.
Orang yg bernama Hans itu pun kulihat
mulai gugup menatap mata Paman. Dan lalu ia mengiyakan tugas yg Paman
berikan..
" Ba... Ba.. Baik Bos! " hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.
Dan lalu Paman
mulai berbincang ringan padaku. Dia menanyai seputar pendidikanku,
kegiatan yg sekarang kugeluti, hobiku, bahkan yg paling serius ia
tanyakan adalah cita-citaku. Mungkin ia serius menanyakan ini karna
peristiwa itu... yg sudah kuketahui sejarahnya dari Ibu. Dan lalu aku
berkata padanya
" Cita-citaku ingin menjadi Direktur Perusahaan Waralaba
Paman! "
" huhhh, menarik... "
" kalau Paman!? " aku keceplosan
bertanya.
Lantas Paman mulai menggeram, kurasa dia mulai mengingat
kembali kenangan itu." ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh " dia
berteriak. Lantas pria bernama Hans itu buru-buru membawa pesanan Paman
sambil bergetar ketakutan, beruntung pesanan Paman yg dibawanya tidak
jatuh, kalau tidak... entah apa yg akan dilakukan Paman... tak bisa
kubayangkan di situasinya yg seperti sekarang ini. Paman memang telah
menjadi Bos hebat yg menakutkan kurasa. Sampai-sampai pria sebesar Hans
juga tak berkutik di depannya. Dan lalu kudengar pintu depan
terdobrak...
" BRAKKKKKKKKKKKKKKKKKKK "
Sepertinya seseorang telah
berhasil menemukanku. Terima Kasih Tuhan.
>>>>to be
continued.
