Lihat pada gambar:
Mari kita simak cara membuatnya,
Sebetulnya bila anda telah membaca tutorial saya sebelumnya, Flash no.7 Menambah volume control untuk mp3 , maka anda tidak akan mengalami kesulitan dalam membuat slider awal.
Sebagai pemberitahuan, berikut adalah screenshot flash jadi kita nantinya:
Mungkin anda merasa slider diatas sederhana sekali, iya betul memang sangat sederhana, bila anda test movie maka knop kita akan bergerak seiring dengan lagu yang dimainkan, dan anda juga dapat menggeser knop untuk merubah rubah posisi lagu yang dimainkan.
Saya juga melampirkan sample kode beserta lagu pendek pada tutorial ini, anda dapat mencobanya .
Langkah 1 : Buka Adobe Flash yang anda gunakan
Langkah 2 : Mari kita lihat dulu struktur flash yang akan kita buat.
“pada struktur gambar 1 kita melihat bahwa file audio kita berada dalam 1 folder dengan file fla”
“pada struktur gambar 2 diatas adalah gambar dari fla kita, di sana ada 2 layer yang saya beri nama ‘actions’ yang nantinya kita isi layer tersebut dengan action script, kemudian saya punya 1 lagi dengan nama ‘slider control’ ya saya isi dengan slider movie clip dengan name instance ‘song_slider’. “
“struktur gambar 3 diatas menunjukkan layer layer yang ada dalam movie clip slider kita tadi, movie clip slider kita yang kita beri nama ‘song_slider’ tadi bila kita buka (double click ), maka akan terlihat memiliki layer layer didalamnya, anda dapat menyimak seperti gambar diatas”.
Langkah 3 : mari kita buat seperti seperti gambar dibawah ini:
- Seperti gambar diatas, pertama kita buat new-> actions script 3 file,
- Kemudian lihat timeline, rename layer pertama ( dengan doubleclick ) , ganti dengan nama ‘slider control’
- Buat layer baru ( dengang mengclick tombol kecil kiri bawah) , kemudian rename menjadi ‘actions’ , disinilah kita akan menyisipkan action script kita nantinya.
Langkah 4 : buat movie clip slider. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini:
Pastikan anda berada di layer ‘slider control’, kemudian buatlah sebuah rectangle tool dengan no stroke ( tanpa garis tepi ) , kemudian gunakan warna sesuka anda.
Di sini saya menggambar rectangle dengan w: 500 dan H: 20. W itu menunjukkan width / lebar, sedangkan H menunjukkan height / tinggi.
Rectangle inilah yang nantinya akan kita jadikan slider.
Langkah 5 : Convert rectangle yang barusan kita buat ke Movie Clip, berikan instance name, kemudian isi movie clip kita dengan bagian bagian slider.
Lihat pada gambar:
Penjelasan gambar di atas: click kanan rectangle kita -> convert to symbol, disini kita akan mengconvert rectangle kita ke symbol dan pilih movie clip. Pastikan registration point kita berada di top left seperti terlihat pada gambar.
Penjelasan gambar di atas :
setelah diconvert ke symbol , lihat properties window pada flash anda, kemudian berikan instance name untuk symbol yang baru saja kita convert tadi , di sini saya memberikan instance name ‘song_slider’.
Penjelasan gambar diatas: setelah kita convert dan kita beri instance name, maka double clicklah symbol kita , dengan mendouble click maka kita akan masuk ke dalam symbol yang baru saja kita buat tadi ( song_slider ). Setelah masuk ke symbol ‘song_slider’ maka kita akan melihat timeline baru , timeline baru inilah timeline untuk symbol ‘song_slider’ kita. Oke, sekarang rename layer pertama dari ‘song_slider’ dan berikan sebuah nama supaya lebih rapi, disini saya member nama slider area.
*nah, di layer slider area ini lakukan klik kanan pada rectangle lagi -> convert to symbol -> pilih movie clip dan pastikan registration point di top left -> kemudian berikan sebuah instance name ‘slider_area’
Oke sekarang di layer pertama kita sudah memiliki symbol baru dengan instance nama ‘slider_area’.
Untuk mengconvert maupun memberikan instance name anda dapat melihat kembali gambar gambar di atas.
-Langkah 6 : buat layer baru sebagai background kita nantinya.
Lihat pada gambar:
Kemudian setelah itu klikah layer ‘slider area’ kemudian pada symbol ‘slider_area’ ubahlah opacitynya menjadi 0, supaya tidak terlihat. Pastikan anda berada di slider area layer, kemudian click lah symbol kita yang berinstance name ‘slider_area’ tadi, bila anda susah mengclicknya , karena mungkin layer anda berpindah ke ‘bg’ , maka silahkan anda click icon gembok pada layer ‘bg’ untuk menguncinya supaya tidak dapat diclick, nah sekarang click lah ‘slider_area’.
Sesaat setelah anda mengclick ‘slider_area’ maka window properties akan aktif. Nah , setelah aktif anda dapat menjadikannya tidak terlihat dengan memilih color effect -> style -> alpha -> ubah ke 0%.
Oke kemudian gembok saja semua layer biar layer layer yang sudah kita terkunci rapat rapat pada posisinya masih masing atau biasa disebut dengan uneditable.
Langkah 7 : buatlah sebuah pink bar.
Oke, supaya lebih terlihat jelas , maka saya meng-zoom ke 800%, nah kemudian saya membuat layer baru dan saya rename manjadi ‘pink bar’ supaya lebih tertata. Di layer ‘pink bar’ ini saya menggambar sebuah kotak ( rectangle ) dengan warna stroke -> no color, dan warna bg -> pink. Kemudian saya sesuaikan supaya terlihat seperti gambar diatas.
Disini saya mensetting W: 10 dan H : 9. Kemudian klik kanan rectangle di layer ‘pink bar’ -> convert to symbol -> pilih movie clip -> pastikan registration point di top left -> kemudian berikan instance name ‘pink_bar’.
Nah , sekarang kita memiliki satu lagi movie clip dengan instance name ‘pink_bar’. Untuk mengconvert to symbol atau memberikan instance name , anda dapat menyimak gambar gambar sebelumnya.
Langkah 8 : buatlah sebuah knop.
Lihat pada gambar:
Penjelasan gambar di atas :
Buat sebuah layer baru diatas layer knop, dan berikan sebuah nama ( dengan mendouble clicknya ) misalnya ‘invisible knop’.
Pada tahap sebelumnya kita sudah membuat sebuah symbol knop. Nah , symbol yang kita buat ini otomatis tersimpan di library kita, symbol ini dapat kita gunakan berulang ulang kali tanpa harus membuatnya lagi, nah begitu juga dalam tahap ini. Kita akan membuat sebuah invisible knop dengan menggunakan knop yang sudah ada pada library.
Buka library anda -> pilih knop yang telah kita buat sebelumnya -> drag ke stage, tepatnya drag ke layer invisible knop.
Kemudian setelah anda drag, berilah sebuah instance name misalnya ‘invisible_knop’ di window properties. Dengan instance name inilah kita nantinya akan memanggil object yang bersangkutan melalui action script.
Lihat gambar berikutnya:
Penjelasan gambar di atas:
Kita kasih instance name untuk knop kita yang baru saja kita drag dengan name ‘invisible_knop’ kemudian kita setting supaya lebih transparan dengan color effect -> alpha, di sini saya memilih 22%.
Kemudian letakkan ‘invisible_knop’ tepat pada ‘knop’, untuk keakuratan supaya tepat pada ‘knop’ anda dapat menggunakan tombol panah kanan, atas, kiri, bawah pada keyboard anda. Pastikan semua layer terlock kecuali layer ‘invisible knop’.
Hingga hasil akhirnya seperti pada gambar berikut ini:
Langkah 10 : Kembali ke scene dan sisipkan action script .
Oke, tadi kita berada di ‘song_slider’ , nah sekarang mari kita kembali ke scene. Mungkin anda bertanya, bagaimana caranya kembali ke scene?
Silahkan lihat pada gambar:
Nah, sekarang kita kembali ke scene. Sekarang, mari kita tambahkan blank keyframe
- Pada layer action, click frame ke 2 -> klik kanan –> insert blank keyframe
- Pada layer slider control , click frame ke 2 -> klik kanan -> insert frame
Lihat gambar:
*PADA LAYER ACTION , frame 1 masukkan action script seperti berikut:
*PADA LAYER ACTION, frame 2 masukan action script seperti berikut :
PENJELASAN SCRIPT :
Pada frame 1 kita menuliskan action script berikut,
var song:URLRequest = new URLRequest(“SWIBA-SWIBA GAYENG.mp3″);
di sini kita membuat sebuah variable baru dengan type ‘URLRequest’ , kemudian kita set lagu yang akan direquest adalah ‘SWIBA-SWIBA GAYENG.mp3’ yang berada satu folder dengan player kita. Lagu ini juga saya include di source code ( lihat halaman awal dari tutorial ini untuk melihat link source codenya ).
Kemudian pada frame 2 kita menuliskan action script berikut,
stop();
import flash.geom.Rectangle;
import flash.events.MouseEvent;
import flash.events.Event;
//play lagu kita di kode ini
var okie_sound:Sound = new Sound(song);
var position:int; //*BILA diganti number maka suaranya enggak karuan
var okie_channel:SoundChannel;
okie_channel = okie_sound.play(position);
Nah, pertama tama kita menuliskan stop() dengan tujuan agar flash player memainkan file kita berhenti pada frame 2 ini. Jadi bila kita tidak menuliskan stop() maka flash player yang terinstal pada computer kita akan kembali ke frame 1, kemudian frame 2, kemudian ke frame 1 lagi , diteruskan ke frame 2, dan seterusnya berulang ulang kali.
Kemudian kode berikutnya adalah import, nah disana terlihat banyak sekali import yang kita tuliskan, sebetulnya anda tidak perlu menuliskan import import tersebut, karena akan muncul dengan sendirinya saat anda sedang mengetikkan kode misalnya seperti fungsi function fungsiku(event:MouseEvent):void{} maka otomatis akan menuliskan kan import flash.events.MouseEvent; pada line pertama.
Kode berikutnya adalah kode untuk memutar lagu kita.
Oke, kode berikutnya adalah berikut,
addEventListener(Event.ENTER_FRAME, EnterFrame);
function EnterFrame(event:Event):void{
var totaldurasi:Number = okie_sound.length;
var durasi_isplaying:Number = okie_channel.position;
var persentasi:Number = 100 * (durasi_isplaying/totaldurasi); // *type dijadikan number saja , jangan int
song_slider.pink_bar.width = persentasi*5;
song_slider.knop.x = persentasi*5;
}
Pada kode ini kita memberikan listener saat ENTER FRAME , yaitu saat flash player menjalan kan file kita dalam hal ini pasti flash player menjalankan file kita frame demi frame, jadi pada saat itulah kita memberikan fungsi EnterFrame.
Di sana kita menset total durasi dari mp3 kita, kemudian juga ada durasi_isplaying, yaitu posisi mp3 / durasi saat sedang memutar lagu.
Dengan kita mengetahui durasi keseluruhan dan durasi saat sedang dimainkan, maka kita dapat membuat prosentase.
Masih ingatkah saat kita membuat sebuah symbol dengan instance name ‘song_slider’? nah dalam symbol ‘song_slider’ kita memiliki sebuah symbol lagi dengan instance name ‘pink_bar’. Untuk membuat ‘pink_bar’ singkron dengan lagu yang kita mainkan maka kita menset width ( lebar ) dari ‘pink_bar’ agar sesuai dengan prosentase. Lalu kenapa dikalikan 5? Yup, maksimal prosentasi adalah 100, padahal lebar slider kita 500 px, jadi pada kejadian ini kita mengalikannya dengan 5 supaya ada kesesuain.
Kemudian kita juga menset knop.x , yaitu kita mensetting jarak x pada knop, knop adalay sebuah symbol yang terletak di dalam ‘song_slider’ .
Oke, masih banyak kode kode yang sebetulnya harus kita bahas, tapi saya yakin, kode yang saya tulis sangat simple, sangat mudah untuk dipahami. Jadi tidak perlu saya jelaskan lebih jauh, nah sekarang tinggal test movie, klick menu movie -> test.
Demikian tutorial dari saya, semoga bermanfaat dan kita berjumpa kembali pada tutorial saya selanjutnya. ^_^
Download PDF : [SINI]
Download Source : [SINI]















