Ruben dan Ryan mulai mendekati kami... dan akhirnya Ryan meminta maaf
kepadaku, begitu juga dengan Ruben... mereka mengakui kesalahan dan
menunjukku sebagai pria sejati... karna kalau saja aku tidak menerima
pukulan itu, mungkin gadis yg mereka suka (Ria) akan terluka dan
membenci mereka. Sebagai teman yg baik aku merangkul mereka...
Memang... dalam hidup mesti ada konflik demi menuju level pendewasaan diri.
Dan setelah itu mereka keluar... tentu saja alasan tadi tidak didengar
Ria... Ruben dan Ryan menyampaikannya diam2 kepadaku... dan aku mengerti
maksud baik mereka.
Ria yg sedikit heran menatapku lama. Aku jadi canggung kembali... hingga aku bertanya
" Kenapa Ria kog lama natapnya? "
" eng... ga papa kog... aku heran aja sama kamu, di dunia yg udah jadi
seperti ini... kog kamu memilih jadi orang yg baik hati sich? "
" baik hati??? ngga jg sich... aku juga manusia biasa kali... kadang bisa jahat juga "
" yakin? kamu udah dua kali lho nolongin aku!!! apa jangan2 kamu suka ya sama aku? "
" hah? kog ngomong gthu... ya ga lah... kamu kan pelanggan aku posisinya
kemarin. n' hari ini teman sekolahku... bener kan? mana ada status yg
begitu "
" kalau ada... gimana? kamu mau ga jadi pacar aku? "
" umf... ga usah aneh2 dech Ria... mana ada cewek secantik kamu pacarannya sama cowok biasa aja... aku juga tahu diri "
" kog ngomongnya gthu... perasaan itu ga boleh dicampur aduk sama status... ya kan? "
" kalau gthu aku jawab jujur dech ' gw ga suka sama lo ' "
Seketika itu Ria bangun dari tempat duduknya menuju keluar... dan tak
kembali menungguiku lagi. Jam sekolah berakhir dan waktunya aku kerja
kembali... di Basville. Aku jadi sedikit merasa bersalah berkata seperti
tadi di depan Ria...
Sesampainya di tempat kerja dengan aku yg mulai bekerja kembali, rasa
sakit di pipi memang masih sich... tapi ntah kenapa rasa sakit yg dihati
tak bisa dibendung... terus muncul rasa bersalah.
Hingga koki yg biasanya menghiburku... kini gurauannya serasa tidak lucu lagi dihadapanku.
Sampai sesosok wanita cantik itu muncul lagi... Ria datang sebagai
pengunjung Resto dan memintaku untuk melayaninya. Dengan profesional
tentu aku melayaninya... sebab moto dalam hidupku " perasaan tidak boleh
dibawa ditempat kerja... tetap menunjukkan profesionalisme "
Hingga waktu mulai menunjukkan pukul 21.00 waktu Resto akan tutup. Ria
tidak kunjung keluar juga... sampai aku keluar menuju parkiran mengambil
sepeda motorku... Ria mendekatiku dan memintaku mengantarnya kembali
kerumah dengan alasan hari ini mobilnya masuk bengkel. Aku mengiyakan
saja dan mengantarnya kembali kerumah dengan sukarela...
Sambil terus melaju... kenikmatan malam kelabu ini menghangatkan suasana
untuk kami berdua... aku yg tadinya biasa mulai gugup sambil melihat
kanan dan kiriku menikmati pemandangan kota sekenanya.
Tangan Ria mulai merangkul pinggangku dan tanpa kusadari dia terlelap tidur dipunggungku yg mungkin menurutnya hangat...
Tanpa terasa perjalanan singkat ini pun mencapai tujuannya...
Lalu kubangunkan Ria...
" Ria... Ria... udah nyampe nich, turun gih... saya juga lelah... mau pulang, besok sekolah lagi kan "
" iya... mampir kerumah nda... "
" lain waktu aja... pasti saya mampir "
" gw tunggu janji lo ya... OK! sampe ketemu besok "
Nampak dia kegirangan. Dasar wanita... penuh harapan... tapi tak tau apa
yg diharapkannya akan berhasil atau tidak. Dan laju berikutnya kudaku
menuju rumahku sendiri.
Esoknya seperti pagi biasanya... di sekolah tidak terjadi hal apa-apa
untuk hari ini. Namun Ria sudah menunggu di depan kelasku... dan
tersenyum. senyum manisnya itu aku campakkan saja... dan menuju ke
bangku tempat aku duduk. Dia masuk... seluruh laki2 di kelasku... dan
ada Ryan juga terpukau... karna hari ini penampilan Ria sedikit berbeda,
dia jauh lebih cantik dari sebelumnya... menurut mereka... pandangan
nafsu lelaki mereka. Tapi bagiku... tidak ada yg berbeda, wanita memang
dituntut cantik demi lelaki...
" nda... gw tunggu janji lo " itu yg diucapkannya.
" janji apa nda... " Ryan menyela, sementara Ria sudah keluar dan kembali menuju kelasnya.
" gapapa yan... dia mau ke Resto lagi paling... lo mau nemenin dia!? "
" OK! tempat lo gawe ya... dia sering main kesitu "
" ya... lo bawa motorlah! nich gw kasih alamat rumahnya... lo aja ntar yg nganter dia pulang, OK! "
" OK brada... lo emank sohib gw "
Dan malam yg sama terulang... dan Ria kaget ada Ryan di Basville. Saat
jam pulang kerjaku, Saat Basville tutup... sebelumnya aku ijin pulang
duluan lalu lewat pintu belakang, pintu koki untuk pulang...
Tanpa sepengetahuan Ria... aku sudah pulang duluan...
lalu besoknya Ryan kelihatan sangat senang sekali... lain halnya dengan
Ria... dia masuk ke kelasku berjalan... lalu apa yg terjadi...
DIA MENAMPARKU TEPAT DI WAJAH.
BERSAMBUNG

