Yohanes 21:21-22
“Ketika Petrus melihat murid itu, ia
berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”
Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai
Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”
Menjadi orang yang dijadikan nomor dua
atau tiga dalam sebuah keluarga bukanlah sesuatu yang mengenakkan.
Akibat hal ini juga, banyak anak yang akhirnya terluka atas perbuatan
yang dilakukan oleh orang tuanya. Tidak hanya di rumah, di dalam
perusahaan pun hal ini sering ditemui sehingga muncullah sebutan “anak
emas bos” bagi mereka yang selalu mendapat perlakuan khusus dari
atasannya.
Bagi mereka yang di-anakemas- kan,
tentulah senang dengan perilaku yang diberikan oleh para pemimpinnya,
tetapi bagi mereka yang tidak, kekecewaan dan kebencian tumbuh menyatu
menjadi satu. Sadar atau tidak, pandangan kita terhadap Allah pun
seperti itu. Kita menganggap bahwa ketika seseorang mendapat berkat yang
luar biasa melimpah dan kita belum mendapatkannya maka kita akan
menuduh-Nya sebagai Allah yang pilih kasih.
Dalam Kemahabesarannya, Allah memiliki
wewenang menganugerahkan kasih dan kuasa-Nya kepada siapa ia ingin
memberikannya. Hal ini bukan berarti Dia menganggap seseorang tidak
berharga dan yang lain begitu tinggi derajat di mata-Nya. Dia memiliki
rahasia tersendiri untuk memberkati satu persatu umat-Nya dan kita tidak
perlu menanyakannya. Percaya saja, Allah telah menyiapkan berkat yang
terbaik dan Dia akan mencurahkan sesuai dengan waktu yang dirancang-Nya.
Mungkin hari ini ada diantara Anda yang
sudah berpaling dari Allah karena suatu peristiwa yang Anda anggap tidak
harus Anda alami. Dalam kasih Kristus, saya mengatakan kembalilah
kepada-Nya. Allah tidak pernah pilih kasih dan kalau pun ada kejadian
yang membuat Anda begitu sedih dan kecewa lihatlah ada maksud-Nya yang
besar dan mulia dibalik semua itu.
Allah mengasihi anak-anakNya dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun dan oleh apa pun juga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar