Kamis, 26 Mei 2011

Bahaya Renovasi Rumah bagi Bayi

Apakah Anda berencana membuatkan kamar untuk bayi mungil Anda yang akan atau baru lahir? Karena kehadiran si kecil mungkin membuat Anda berencana melakukan renovasi rumah. Ada beberapa bahaya yang khususnya dapat membahayakan si kecil saat memerbaiki rumah Anda.


Dampak Negatif Renovasi Rumah

Suasana rumah akan berubah menjadi berantakan dan kotor saat melakukan renovasi yang dapat mengganggu. Maka, tidak disarankan melakukan renovasi saat ada bayi di dalam rumah. Beberapa hal yang memberi akibat buruk pada si kecil ketika melakukan perbaikan rumah antara lain:
  • Stres pada ibu atau pengasuh

    Suasana rumah yang berantakan dan kotor dapat membuat ibu atau pengasuh menjadi kurang nyaman. Bertambahnya pekerjaan mungkin dialami bunda karena harus mengawasi atau membersihkan rumah. Keadaan stres yang dialami ibu atau pengasuh dapat memengaruhi bayi. Khususnya pada ibu, karena adanya ikatan batin yang kuat, maka jika ibu mengalami stress, bayi akan mengalami ketidaknyamanan dan menjadi rewel.
  • Polusi udara di dalam rumah

    Renovasi rumah mengakibatkan udara menjadi kotor. Bau dari semen, cat, lem menimbulkan bau yang tidak sedap dan bahayanya lagi, aroma tersebut bersifat racun karena berasal dari zat-zat kimia. Tidak saja berbahaya bagi bayi, aroma ini juga tidak baik baik orang dewasa. Selain aromanya, renovasi juga menimbulkan debu yang dapat mengganggu pernapasan. Debu yang berasal dari adukan semen, tembok yang dibongkar, atau dari barang-barang yang dipindahkan. Debu juga dapat mencemari pakaian bayi yang sedang dijemur. Gangguan pernapasan, iritasi mata, mual atau sakit kepala dapat menyerang sebagai akibatnya.
  • Polusi suara dalam rumah

    Suara dari alat-alat tukang akan mengganggu kenyamanan bayi. Suara pembicaraan tukang saat bekerja, ketokan palu saat digunakan, bor, gergaji listrik, atau peralatan mesin lainnya adalah sumber dari polusi suara. Ini dapat membuat bayi merasa tidak tenang.
  • Resiko kecelakaan

    Saat merenovasi rumah, resiko bahaya kecelakaan dapat saja terjadi menimpa bayi atau pengasuh bayi. Kabel listrik yang keluar dari tempatnya, serpihan dari langit-langit, kayu-kayu di lantai, ceceran paku atau benda lainnya dapat menimbulkan resiko kecelakaan yang melukai.
  • Ruang gerak bayi yang terbatas

    Bayi mungkin hanya bisa berada di dalam kamar saat renovasi berlangsung. Bayi seolah-olah merasa terkurung di dalam kamarnya. Akibatnya, bayi dapat merasa bosan.


Sebaiknya Dilakukan Selama Renovasi

Renovasi rumah memang tidak menyenangkan dan dapat membahayakan bagi bayi. Maka, tidak dianjurkan untuk melakukan renovasi ketika ada bayi di dalam rumah, mengingat bayi yang sensitif dan masih rentan terhadap penyakit. Jika Anda tetap harus melakukan renovasi atau perbaikan rumah, hal-hal berikut sebaiknya dilakukan selama renovasi:
  • Mengungsikan bayi

    Karena dapat membahayakan dan mengganggu kenyamanan bayi, sebaiknya sewa rumah atau kamar kost sebagai tempat tinggal bayi selama renovasi berlangsung. Atau, jika memungkinkan, biarkan bayi beserta ibu atau pengasuhnya tinggal di rumah keluarga atau kerabat.
  • Bayi diasuh secara eksklusif

    Maksudnya, ibu atau pengasuh bayi tidak terlibat dalam pekerjaan renovasi rumah agar bayi tidak tercemar dalam perawatannya. Akan berakibat tidak baik, jika pengasuh ambil bagian dalam renovasi rumah lalu bersentuhan dengan bayi. Tangan pengasuh atau bagian tubuh lainnya dapat tercemar zat-zat berbahaya dari bahan bangunan.
  • Gunakan bahan bangunan yang aman

    Pilih bahan bangunan yang tidak berbahaya atau mengandung zat kimia yang bersifat racun. Misalnya, pilih cat yang aman agar tidak membahayakan bagi bayi saat renovasi telah selesai. Perhatikan kandungan zat dari bahan bangunan pada label atau kemasannya.


Sebaiknya Dilakukan Setelah Renovasi

Setelah renovasi selesai dilakukan, tidak berarti rumah menjadi aman seluruhnya bagi bayi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan walau rumah telah selesai perbaikannya.
  • Singkirkan barang-barang yang membahayakan

    Peralatan pertukangan yang membahayakan sebaiknya disingkirkan atau disimpan dengan cermat. Paku, gunting, cat adalah contoh beberapa hal yang harus disingkirkan agar tidak menimbulkan kecelakaan yang tidak diinginkan.
  • Bersihkan perabot rumah

    Perabot atau funiture rumah yang sebelumnya dibungkus harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam rumah atau ruangan tertentu agar bebas dari debu yang dapat mengganggu saluran pernapasan bayi.
  • Ruangan dibiarkan terbuka

    Rumah yang baru selesai direnovasi sebaiknya tidak langsung ditempati dengan segera karena aroma dari bahan bangunan atau cat belum hilang benar. Maka, selama beberapa minggu biarkan ruangan terbuka agar aroma dari dalam rumah dapat tergantikan dengan udara luar.
  • Jangka waktu bagi bayi untuk menempati ruangan

    Kamar bayi yang baru dicat jangan langsung ditempati karena dapat mengganggu kesehatan bayi. Tunggu sampai 4-8 minggu sebelum ditempati dan selama jangka waktu tersebut biarkan kamar bayi tetap terbuka agar aroma cepat hilang. Sedangkan untuk lantai yang dilapisi parket, butuh waktu sekitar 8 minggu untuk aman ditiduri atau bersentuhan dengan bayi. Pastikan agar aroma lem dan coating benar-benar hilang.
Bayi yang masih sensitif dan mudah sakit sudah sepantasnya dilindungi dari hal-hal yang membahayakan yang terdapat saat melakukan renovasi rumah. Perhatikan dengan cermat dan minimalkan hal-hal yang dapat mengganggu bayi jika Anda terpaksa melakukan renovasi saat ada bayi di rumah.

Minggu, 15 Mei 2011

DOA KAMI

Syukur untuk setiap rencana-Mu
dan rancangan-Mu yang mulia
Dalam satu tubuh kami bersatu
tuk jadi duta kerajaan-Mu

BRIDGE:
Ku ucapkan berkat atas Indonesia
biar kemuliaan Tuhan akan nyata

REFF:
Bagi bangsa ini kami berdiri
dan membawa doa kami kepada-Mu
sesuatu yang besar pasti terjadi
dan mengubahkan negeri kami
agar nama-Mu Tuhan ditinggikan
atas seluruh bumi


Kami rindu melihat Indonesia
pulih dari semua problema
hidup dalam jalan kebenaran-Mu
pancarkan terang kemuliaan-Mu

Sabtu, 07 Mei 2011

Menghidden file dengan KALKULATOR

Temen-temen sudah pada tau belum, kalau ternyata Kalkulator bisa untuk menghidden file di komputer kita???? APA?!?!?! 
Pasti temen-temen akan berpikir"Ah, itu cuman MITOS!!!!"






Tapi tidak teman, ini beneran!!!
Tapi, tentu saja bukan sembarang kalkulator...




Ini memang program untuk menghidden file tapi tampilannya 100% mirip kalkulator.
Jadi, ga bakal ketauan deh kalau kita sedang menyembunyikan "sesuatu" di "kalkulator" tersebut.


Kalau mau download DISINI nih....


Cara pakenya....







Setelah diekstrak, jalankan Calc.Exe. Lalu masukkan kode bawaannya, 123, lalu klik tombolMS. Nah, kalkulatornya berubah deh jadi safe mode.


Kalau ingin ganti kode klik New PIN, masukin kode yang baru, trus klik tombol =.


Kalau mau masukin file yang diproteksi klik tombol + , dilanjutin klik tombol =. Tunggu bentar, sampai kotak dialog muncul. Kalau udah pilih file yang akan di hidden, lalu klik tombol Store.


Untuk kembali ke mode "kalkulator", cukup klik tombol "MC".


Kalau untuk balikin file yang dihidden klik tombol -, lalu =. Tunggu sebentar sampai display kalkulator menjadi "No File Stored".


Kelemahan, "kalkulator" ini hanya untuk menghidden satu file saja. Tapi bisa diakali dengan mengkompress beberapa file ke WinRAR atau WinZip atau yang sejenis.


Gimana??? Sekarang temen-temen ngga perlu kuatir lagi dengan data "rahasia" temen-temen....hehe

SURGA DENGARLAH


Dengarkanlah
pulihkanlah
segarkan jiwa yang haus akan-Mu

Ampunilah
yang berdosa
agar negeri ini penuh kemuliaan
karena nama-Mu

Pulihkan semua
tuli dan buta
kami umat-Mu
hampiri-Mu
surga dengarlah
generasi ini
kami umat-Mu
sungguh memerlukan-Mu
Tuhan

Jumat, 06 Mei 2011

Melihat Tumbuh Kembang si Kecil

Apa saja yang sudah bisa dilakukan si kecil? Mengapa anak tetangga sebelah yang seusia dengan si kecil sudah bisa mengucapkan "mama" tetapi mengapa si kecil belum? Sebenarnya apa saja yang seharusnya sudah dapat dilakukan si kecil pada usianya sekarang? Dalam tumbuh kembangnya, si kecil akan mengalami berbagai tahapan yang harus diperhatikan. Sangatlah menyenangkan untuk mengamati dan membantu anak sejak bayi menjadi balita agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.


Tahap Perkembangan Anak

Melihat hal-hal pertama yang bisa dilakukan si kecil, bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan sebagai orang tua. Melihatnya tertawa, mendengarnya mengucapkan kata pertama, melihatnya berdiri atau berjalan dapat menjadi moment yang tak terlupakan. Walau kadang terlambat, orang tua dapat memberi dukungan untuk anak, maka sangatlah penting untuk mengetahui apa saja tahapan yang akan dilalui si kecil seiring bertambah usianya.
Tumbuh kembang seorang anak, dibagi menjadi 3 hal, yaitu:
  • Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

    Merupakan kemampuan untuk mendapatkan informasi dari sekitar juga menggunakan bahasa.
  • Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

    Merupakan kemampuan anak untuk melakukan gerakan atau aktivitas fisik menggunakan anggota tubuhnya.
  • Kemampuan Sosial / Emosional

    Merupakan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain untuk menunjukkan perasaannya.
Berikut ini adalah tahapan perkembangan seorang anak berdasarkan usia. Meski perkembangan setiap anak tidak selalu sama, namun angka ini bisa menjadi acuan umum.

Usia 0-2 bulan

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Senang melihat benda yang bergerak diikuti dengan gerakan mata atau kepala.
  • Membuat suara yang nyaring.
  • Mengenali suara orang lain dan tahu darimana asalnya.

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Membuat ekspresi wajah yang berbeda.
  • Merespon saat merasakan sentuhan.
  • Sering mengisap jari atau menggunakannya untuk menyentuh benda di sekitarnya.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Senang menatap wajah orang.
  • Menangis dengan tangisan yang berbeda untuk menunjukkan rasa lapar, sakit atau mengantuk.
  • Tersenyum


Usia 3-6 bulan

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Berkreasi dengan suaranya sendiri.
  • Senang memperhatikan orang berbicara, khususnya yang berbicara dengan gaya seperti bayi.
  • Dapat mengucapkan satu suku kata mudah seperti "pa", "ma", "ba".

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Duduk tanpa bersandar.
  • Memegang dan menggenggam benda.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Dapat menunjukkan senyuman yang berbeda-beda.
  • Suka bermain dengan bayi lain.
  • Merespons suara dengan sentuhan.


Usia 7-12 bulan

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Dapat menunjuk kepada sesuatu dengan kata-kata atau dengan bahasa isyarat.
  • Mengerti perintah. Misalnya: "Ayo, kesini!"

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Dapat bermain dengan benda yang digenggamnya dengan menggunakan ibu jari dan jari-jarinya.
  • Merangkak
  • Berjalan dengan memegang perabot yang ada di rumah atau dengan bantuan orang lain.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Dapat menunjukkan rasa marah, takut atau cemas.
  • Mengajak orang lain ke suatu tempat dengan cara menunjuk suatu tempat atau mengikuti tempat yang ditunjuk orang lain


Usia 12-18 bulan

(1 tahun sampai 1,5 tahun)

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Berbicara dengan menggunakan belasan kata.
  • Melakukan beberapa tindakan untuk menyelesaikan masalah.
  • Mengerti kalimat pertanyan seperti "Dimana bonekamu?"

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Dapat berdiri sendiri.
  • Mampu berjalan tanpa berpegangan.
  • Dapat mejaga keseimbangan.
  • Dapat meniru kegitan yang biasa dilakukan. Misal: minum dari gelas mainan.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Bersuara dengan menggunkan intonasi yang berbeda-beda untuk menunjukkan perasaannya.
  • Berusaha menolong orang yang kesakitan.


Usia 19-24 bulan

(1,5 tahun sampai 2 tahun)

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Memiliki lebih banyak kosakata yang dapat diucapkan juga dipahami.
  • Mampu menggunakan dua kata dalam suatu kalimat.

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Dapat berlari.
  • Makan sendiri.
  • Memberi petunjuk saat akan buang air dan sudah dapat menahannya.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Dapat menunjukkan rasa malu, iri, rasa bersalah.
  • Mengenali diri saat di cermin.


Usia 2-3 tahun

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Dapat meniru tindakan orang dewasa yang rumit.
  • Suka untuk menonton TV.
  • Berbicara untuk meminta sesuatu atau mengajak melakukan sesuatu.

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Dapat menggambar meniru pola tertentu.
  • Naik tangga dengan 2 tapak kaki di setiap anak tangga.
  • Menyusun balok.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Dapat menceritakan perasaannya.
  • Dapat membedakan laki-laki atau perempuan.


Usia 3-6 tahun

Kemampuan Mental / Berpikir / Berbahasa

  • Berbicara dengan menggunakan kalimat panjang dan mengandung beberapa ide.
  • Mampu menanyakan pertanyaan yang sulit.
  • Dapat bercerita tentang peristiwa tertentu.

Kemampuan Fisik / Motorik / Sensorik

  • Naik turun tangga dengan menggunakan 1 kaki di tiap anak tangga.
  • Menulis hal-hal yang sederhana, seperti namanya sendiri.
  • Suka jenis makanan tertentu.

Kemampuan Sosial / Emosional

  • Jika bermain dengan anak lain, suka mendominasi atau didominasi.
  • Dapat menyembunyikan emosinya, seperti rasa malu.
  • Mempunyai teman "dekat" yang memiliki kegemaran yang sama.

Mengetahui tahap perkembangan anak Anda dapat menjadi petunjuk bagi orang tua. Jika kemampuan anak belum sesuai dengan usianya, orang tua dapat membantu misalnya dengan menggunakan mainan untuk menstimulasi otak atau kemampuan fisiknya. Atau mengajak anak melakukan hal-hal bersama.