Jumat, 29 April 2011

Stres Anak dan Bantuan Mengatasinya


Anak-anak dapat pula mengalami stres dan bila tidak dapat diatasi dengan baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental. Maka, bagaimana Anda sebagai orang tua dapat mengetahui gejala stres pada anak? Apa penyebabnya? Apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak keluar dari stres anak?
Saat sedang banyak pikiran, seorang dewasa kadang-kadang kita ingin kembali ke masa kanak-kanak karena berpikir pada masa itu seorang anak dapat bermain dengan bebas tanpa perlu memikirkan keluarga, keuangan, atau hal lainnya. Namun, seorang anak yang masih polos pun juga bisa mengalami frustasi dan stres. Bahkan beberapa penyakit pada anak bisa jadi disebabkan karena reaksi psikosomatik yang disebabkan karena stres.

Penyebab Stres Anak

Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai usia, bahkan sejak usia dini, sejak dalam kandungan. Bila ibu yang mengandung mengalami stres, janin yang ada dalam kandungan juga akan merasakannya. Detak jantung janin menjadi tidak teratur, sehingga persediaan oksigen dan sari makanan berkurang. Seiring pertambahan usia terutama saat masa remaja, berbagai penyebab dapat memicu stres pada anak, di antaranya adalah:
  • Makanan

    Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh tidak tercukupi sehingga dapat menimbulan stres. Begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, karena makanan tersebut memiliki kandungan gula yang berlebih dan minim gizi untuk tubuh.
  • Kurang tidur

    Terlalu banyak bermain atau menonton televisi membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk anak yang telah bersekolah, banyaknya tugas dari sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang berlebihan membuat anak kekurangan waktu dan harus menghabiskan waktu untuk menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur berkurang. Kurang tidur dapat menyebabkan emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan rentan mengalami stres.
  • Lingkungan keluarga

    Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar, karena seorang anak sangat mendambakan kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama orang tuanya untuk membuatnya merasa aman dan terlindung.
  • Pola asuh orang tua

    Secara umum, pola asuh orang tua terdiri dari 3 macam. Pertama, authoritarian di mana orang tua bersikap otoriter, tidak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya. Kedua, permissive yaitu orang tua sangat membebaskan anaknya walaupun seorang anak belum dapat membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga, authoritative yaitu orang tua menentukan dengan jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil, mereka tidak mengekang anak secara berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola authoritative ini yang paling baik untuk membentu kepribadian anak. Stres dapat terjadi pada anak apabila dia merasa tidak dapat memenuhi tuntutan orang tuanya ataupun karena dia harus mengalami konsekuensi buruk akibat kesalahan keputusan yang diambilnya.
  • Tekanan dari teman

    Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya. Perbedaan seorang anak, mungkin karena fisik atau sifatnya dapat memancing ejekan dari teman-temannya. Ini pula yang dapat menyebabkan seorang anak merasa stres karena merasa tidak dapat diterima oleh teman-temannya.

Bagaimana Anak Memandang suatu Peristiwa?

Kematian orang tuaAnak akan merasa bersalah. Anak memandang bahwa orang tua meninggal karena kesalahannya yang sering membuat orang tuanya marah.
PerceraianAnak merasa ditelantarkan. Logika seorang anak mengatakan bahwa jika orang tua dapat berhenti mengasihi satu sama lain, mereka pun dapat berhenti mengasihi dia.
Pertengkaran orang tuaAnak ketakutan saat melihat orang tua bertengkar. Pertengkaran orang tua dapat menimbulkan stres berat sehingga mengakibatkan muntah-muntah, tanda-tanda ketegangan pada wajah, kerontokan rambut, naik atau turunnya berat badan, dan bahkan bisul-bisul.
Terlalu banyak tuntutanKarena ditekan untuk menjadi yang terbaik di sekolah, di rumah, dan bahkan sewaktu bermain, sang anak tidak pernah menang dan perlombaan tidak pernah berakhir.
Ada adik baruKarena anak harus berbagi perhatian dan kasih sayang orang tuanya, ia mungkin merasa telah kehilangan orang tua sebaliknya daripada mendapat adik.
KesalahanAnak memandang kesalahan seperti penghinaan. Karena memiliki citra diri yang labil, anak-anak cenderung memandang segala sesuatu jauh melampaui porsinya. Ia mendapati bahwa penghinaan adalah salah satu penyebab umum bunuh diri di kalangan anak-anak.
CacatSeorang anak yang cacat fisik atau mental mungkin harus menanggung ejekan dan ketidaksabaran guru dan anggota keluarga yang menyatakan kekecewaan atas apa yang sama sekali di luar kesanggupannya. Hal ini akan menyebabkan frustasi pada anak.

Gejala Stres

Seorang anak yang stres dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tingkah lakunya. Reaksi-reaksi psikosomatik, termasuk problem pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, dan masalah sewaktu buang air, mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tanda lainnya seperti sering menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau berangkat ke sekolah atau suatu tempat, membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan tempat bermainnya, penurunan nilai sekolah. Bahkan stres juga dapat menyebabkan penyakit fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual, diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit lainnya.
Apabila seorang anak mengalami sakit dalam waktu lama dan setelah dikonsultasikan ke dokter tidak ditemukan penyebab pastinya, maka tidak ada salahnya bila Anda meminta bantuan seorang psikolog, karena penyakit tersebut bisa saja bukan disebabkan virus, bakteri atau kerusakan pada tubuh melainkan disebabkan pikiran anak yang sedang stres.

Membantu Anak yang Mengalami Stres

Sebagai manusia yang belum berpengalaman dan kapasitas otak yang belum optimal, seorang anak tidak memiliki kemampuan untuk mencari solusi dari stres yang dideritanya sehingga perlu mendapat bantuan dari orang dewasa untuk dapat mengatasi kesulitannya sehingga stres yang dialaminya tidak berkepanjangan.
Bila ada indikasi anak Anda mengalami stres, hindari untuk merasa panik berlebihan karena bila Anda panik maka Anda dapat pula menderita stres sehingga tidak dapat membantu anak Anda. Yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda adalah:
  • Perbaiki pola asuh Anda

    Bila selama ini Anda cenderung otoriter atau sebaliknya serba boleh, sebaiknya Anda mengubah pola asuh Anda agar anak Anda tidak merasa terbebani dengan tuntutan yang berlebihan. Sebaliknya, berikan aturan yang jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan konsekuensi apabila peraturan dilanggar. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika anak Anda bersikap positif, tetapi berikan teguran atau disiplin apabila anak melakukan pelanggaran serta penjelasan mengapa disiplin diberikan dan bukan karena orang tua membenci anaknya.
  • Jangan buat tuntutan yang berlebihan

    Orang tua menginginkan anaknya mencapai yang terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang tidak dapat dicapai oleh anak. Jangan pula mengritik atau membanding-bandingkan seorang anak dengan orang lain. Terimalah seorang anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jika seorang anak gagal mencapai tuntutan yang Anda berikan, jangan menghukum atau mengejeknya, tetapi bantulah anak agar dapat menjadi lebih baik di kemudian hari. Kegagalan yang dialami anak sekarang bukan berarti dia tidak dapat menjadi lebih baik dan bukan berarti akhir segalanya.
  • Buat kedekatan dengan anak dan komunikasi yang terbuka

    Kedekatan orang tua dengan anak akan membantu seorang anak terbuka terhadap orang tua dan leluasa menjadikan orang tua sebagai tempat curhat. Anak dapat menceritakan kejadian yang tidak menyenangkan yang dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah. Orang tua, sebagai manusia yang lebih berpengalaman dapat memberikan solusi yang baik untuk anak atau mengambil tindakan yang diperlukan agar kejadian tidak menyenangkan dapat dihindari. Ini sangat baik dibandingkan jika anak menceritakan permasalahannnya kepada teman sebaya atau orang lain yang tidak tepat yang dapat memberikan saran yang membuatnya semakin terpuruk.
  • Ciptakan keluarga yang harmonis

    Hubungan ayah ibu yang harmonis, kedekatan dengan kakak adik dan anggota keluarga lain membuat anak merasa nyaman dan betah di rumah, membantunya terhindar dari pergaulan buruk yang dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat membuat anak stres. Selain itu, dengan keluarga harmonis dapat menghindari terjadinya pertengkaran bahkan perceraian yang akan mengganggu kestabilan emosi anak.
  • Bentuk anak yang mandiri

    Seorang anak pada saatnya harus menjadi mandiri, karena tidak mungkin orang tua terus menerus mengawasinya. Maka, bantu anak dengan melatihnya untuk membuat keputusan yang diperlukan. Misalnya, saat seorang anak menanyakan apakah suatu tindakan boleh dilakukan atau tidak, ajak anak berdiskusi apa hal baik dan hal negatif yang akan terjadi jika anak melakukan hal tersebut. Hal ini dapat membantu anak jika suatu saat ia harus membuat keputusan tanpa bantuan orang tua. Anak yang mandiri juga akan lebih dpaat menyelesaikan masalahnya dan menangani saat dia merasa tidak nyaman sehingga mencegah anak mengalami stres.
  • Beri keleluasan yang wajar untuk anak

    Untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip, berikan keleluasan pada anak. Misalnya dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang akan diikutinya. Biarkan anak menyalurkan hobinya sehingga anak tidak merasa terkekang dan menikmati aktivitasnya.
  • Berikan makanan sehat dan tidur cukup

    Karena asupan gizi dapat mempengaruhi stres anak, maka sajikan makanan yang bergizi untuk Anda, jangan membiasakannya dengan makanan cepat saji, soft drink, atau jajanan lain yang tidak bergizi. Juga biasakan anak agar makan dengan teratur dan tepat waktu. Sedangkan untuk membantu anak cukup tidur, bantu anak agar memiliki jadwal yang baik, tentukan kapan dia boleh bermain, kapan harus mengerjakan tugas dan jadwal lainnya sehingga anak memiliki waktu untuk tidur siang dan tidak sampai harus tidur larut malam untuk mengerjakan tugasnya.
Perhatian dan kasih sayang yang dari orang tua tertutama yang dibutuhkan anak dan membantu anak terhindar dari stres. Maka, terus dukung, latih dan asuh anak Anda agar dia dapat menikmati hari-harinya dengan ceria.

PKJ 9 - Dengan Malaikat, Angkatlah

1.  Dengan malaikat, angkatlah, nyanyian mulia,
nyanyian mulia; berlaksa-laksa suaranya.
Pujian, pujiannya esa, pujiannya esa, pujiannya esa.

2.  Sang Anak domba tersalib disorga disembah,
disorga disembah. Diapun layak diberi pujian,
pujian dunia, pujian dunia, pujian dunia.

3.  Layak padaNya diberi pujian semesta, pujian semesta.
Kuasa dan hormat tak henti selamanya,
selama-lamanya, selama-lamanya, selama-lamanya,

4.  Makhluk semua, marilah memuji yang Kudus,
Memuji yang Kudus: Sang Bapa yang dikhtaNya
dan Yesus, dan Yesus Penebus, dan Yesus Penebus,
dan Yesus Penebus.

PKJ 10 - Dengan Semarak Majulah

1.  Dengan semarak majulah,
dengar Hosana bergema;
Mesias, lihat umatMu
menghias perjalananMu.

2.  Dengan semarak majulah,
berlagak tulus merendah.
Berawal jalan jayaMu
melawan daya seteru.

3.  Dengan semarak majulah,
Engkau ditunggu dimezbah.
Para malaikat tercengang
Melihat cara Kau menang.

4.  Dengan semarak majulah,
menuju bukit Golgota.
Dengan wafatMu disalib,
Kau, Tuhan, Raja Abadi!

Kamis, 28 April 2011

Keunikan Rupa Bayi

Setelah 9 bulan mengandung, kini Anda sudah dapat melihat rupa bayi yang selama ini hanya bisa Anda rasakan. Saat melihatnya, Anda mungkin merasa cemas pada rupa bayi yang berbeda dengan orang dewasa. Saat berada di dalam rahim dan selama proses persalinannya, bayi mengalami berbagai keadaan yang mempengaruhi rupanya. Cermati rupa si bayi dan ada beberapa hal berbeda yang tidak perlu dikuatirkan pada wujud bayi yang baru lahir.


Rupa Bayi

Rupa bayi dalam beberapa bulan akan berubah. Dari perubahan bentuk kepala, bulu-bulu halus, dan lainnya pada setiap bayi ada normal. Berikut ini beberapa hal berbeda yang tampak pada rupa bayi yang baru lahir antara lain.


Kepala

Pada bagian puncak kepala bayi yang biasa disebut dengan ubun-ubun atau fontanel masih lunak. Tulang tengkorak bayi memang belum menyatu sehingga memungkinkan bayi bisa melewati jalan lahir yang sempit serta memungkinkan otak bayi berkembang. Ubun-ubun akan menyatu sampai bayi berusia 1 – 1,5 tahun.
Rupa yang lain pada kepala bayi adalah kepala yang berbentuk lonjong. Hal ini disebabkan karena bayi harus melewati jalan lahir yang sempit sehingga terjadi pergeseran pada tulang tengkoraknya. Kepala bayi akan terlihat lebih lonjong jika dalam persalinan bayi harus dikeluarkan dengan bantuan vakum. Bentuk kepala akan menjadi lebih bulat dan normal setelah beberapa hari.


Wajah

Mata, hidung atau telinga si kecil mungkin terlihat aneh. Kelopak mata yang bengkak, hidung terlihat rata atau telinga yang terlipat adalah beberapa hal aneh yang tampak pada bayi yang baru lahir. Ini karena adanya tekanan selama berada di rahim karena ruang rahim yang sempit seraya janin semakin membesar. Hal ini hanya sementara dan selama beberapa hari wajah si kecil akan kembali normal.
Pada beberapa bayi juga terlihat adanya jerawat atau titik-titik putih yang diakibatkan karena hormon ibu yang masih ada pada bayi. Tidak perlu dikuatirkan karena jerawat ini akan hilang setelah beberapa waktu.


Payudara dan Alat Kelamin

Hormon ibu yang masuk ke dalam janin dapat menyebabkan payudara bayi terlihat bengkak. Pada bayi perempuan biasanya akan terjadi pembengkakan pada alat kelaminnya atau bahkan keluar cairan lendir bening atau darah seperti saat sedang haid. Sedangkan pada bayi laki-laki, penis akan terlihat menegang atau ereksi.
Cairan biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Begitu juga dengan pembengkakan atau ereksi pada bayi laki-laki yang akan hilang setelah beberapa minggu.


Tali Pusat

Tali pusat yang menghubungkan dengan plasenta akan segera dipotong sesaat setelah bayi keluar. Tali pusat yang masih ada pada bayi berwarna hijau kekuningan dan akan menghitam, kering dan terlepas setelah 5-15 hari setelah lahir.


Kaki

Kaki bayi biasa terlihat bengkok. Tetapi, kaki bayi akan semakin lurus seiring dengan bertambahnya umur bayi. Gerakan kaki bayi yang aktif akan membantu kaki menjadi lurus, jadi tidak perlu takut selama kaki bayi lentur dan dapat digerakkan dengan mudah.


Kulit

Mengering dan mengelupasnya kulit bayi pada awal minggu kelahirannya merupakan hal yang wajar. Pengelupasan terjadi pada lapisan teratas kulit atas bayi seperti yang biasa terjadi pada orang dewasa.


Rambut Halus

Tidak perlu merasa heran jika melihat banyaknya rambut-rambut halus pada bayi Anda. Rambut pada punggung, bahu, kening, pelipis, tangan, telinga mungkin tumbuh pada bayi Anda. Rambut-rambut halus pada bayi yang disebut dengan lanugo akan rontok seraya bayi semakin membesar.
Ya, rupa bayi memang unik. Seraya melihat pertumbuhan mental dan fisiknya, kita akan semakin sayang dengan bayi mungil tersebut.

Kamis, 21 April 2011

PKJ 38 - Dosa Dunia Hapuslah

1.  Dosa dunia hapuslah oleh kasihNya yang kudus.
Akupun dibasuhNya oleh darahNyayang kudus.
Tak binasa jiwaku kar’na kasihNya penuh;
Yesus Kristus Tuhanku jadi Jurus’lamatku.

2.  Kasih Tuhan yang kudus tidak mudah kupahami.
Kasih Tuhan padaku amat luas dan lebarlah.
Rindu hatiku penuh jadi hamba Tuhanku;
kuberikan hidupku kini dan selamanya.

Sabtu, 16 April 2011

PKJ 46 - Dari Kungkungan Duka Kelam

1.  Dari kungkungan duka kelam, ya Tuhanku.
‘ku datanglah, masuk terangMu bebas senang,
‘ku datang padaMu, dari beban kesakitanku
masuk kedalam kekuatanMu;
dalam derita aku datang, ya Yesus, Tuhanku.

2.  Dari dera kepapaanku, ya Tuhanku,
‘ku datanglah, dan mengecap kekayaanMu,
‘ku datang padaMu, Dari cela keaibanku
pada salibMu ‘ku berteduh,
dalam dosaku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.

3.  Dari hempasan badai deras, ya Tuhanku,
‘ku datanglah, masuk kedalam bandar tenang,
‘ku datang padaMu, Dari keputusasaanku
masuk kedalam anug’rahMu;
dalam susahku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.

PKJ 64 - Di Saat Malam Sunyi Sepi

1.  Di saat malam sunyi sepi Sang Putra lahirlah,
sebagai Anak Manusia, Immanuel namaNya.
Malaikat bernyanyi gembira dipadang Efrata,
menyambut Sang Raja Mulia, Penebus dunia.

2.  Kau lahir dalam wujud lemah, mulia hatiMu.
Segala bangsa sujud sembah memuji namaMu.
Sang Raja yang amat perkasa dibumi dan disorga,
penakluk segala yang jahat, s’lamatkan manusia.

Kamis, 14 April 2011

DALAMNYA KASIH MU BAPA

Dalamnya kasih Mu Bapa
terlebih dari segalanya
pengorbanan yang termulia
selamatkanku
Dengan darah yang tercurah
ampuniku atas dosa
ku bersujud kepada Mu
oh Yesusku
Engkau kusembah Kau yang terindah
pulihkanku dengan darah Mu
Engkau kusembah Bapa mulia
seumur hidupku ku mau menyembah Mu

DENGAN-MU TUHAN

Tak pernah kuragu
Akan kesetiaanMu
Kau pegang hidupku
Verse 2
Sepenuh jiwakuKu yakin dan percaya
Kau tuntun langkahku
Pre Chorus
Yesus Kaulah Raja dalam hidupku Berkuasa berjaya untuk s’lamanya
Chorus
Hanya Kau Tuhan
Sumber Kekuatan
Kuasa-Mu tercurah
Bagiku s’nantiasa
DenganMu TuhanKu kan berjalan
Dari kemuliaan
Sampai kemuliaan
S’lamanya

KJ 24 - Dari Lembah Sengsaraku

KJ 24a
1.  Dari lembah sengsaraku 'ku berseru, ya Tuhan!
Dengarlah suara hambaMu, dosaku pun kabulkan!
Jikalau kesalahanku terus teringat olehMu,
Tak dapat 'ku bertahan.

2.  Namun, ya Tuhan, padaMu terdapat pengampunan;
kesalahanku Kautebus, kasihMu Kautunjukkan.
Tiada insan yang benar, tetapi rahmatMu yang besar:
Terpujilah namaMu!

3.  'Ku menantikanMu teguh, rahmatMu kudambakan;
tak kuandalkan jasaku, firmanMu kuharapkan.
Lebih dari pengawal pun menunggu fajar bertekun,
Kutunggu Dikau, Tuhan!

4.  Hai Israel, berharaplah kepada Tuhan saja!
Maha Pengasih Dialah, Penolong kaum percaya.
UmatNya dibebaskanNya dari segala dosanya;
Dib'riNya hidup baru!
KJ 24b
1.  Dari lembah sengsaraku 'ku berseru, ya Tuhan!
Dengarlah suara hambaMu, doaku pun kabulkan!
Jikalau kesalahanku terus teringat olehMu, tak dapat 'ku bertahan

PKJ 88 - Di Pagi Hari Yang Sunyi

1.  Di pagi hari yang sunyi kuburNya terbukalah.
Yesus Kristus, Putra Allah, sudah bangkit.
Reff:
Sungguh Dia sudah bangkit bagi dunia dan isinya.
Mari sambut Dia! Haleluya!

2.  Mari semua, sambutlah, hari sungguh mulia.
Jangan ragu, percayalah; Yesus bangkit.
Reff:
Sungguh Dia sudah bangkit bagi dunia dan isinya.
Mari sambut Dia! Haleluya!

Sabtu, 02 April 2011

Lindungi Anak dari Bahaya Internet

Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan Internet semakin luas di kalangan masyarakat. Banyak keluarga telah menggunakan jasa langganan Internet, sehingga di dalam rumah, anggota keluarga dapat mengakses Internet dengan mudah. Begitu juga dengan kehadiran telepon seluler yang memungkinkan seseorang dapat mengakses Internet kapan saja dan dari mana saja. Internet dapat memberikan manfaat positif, tetapi juga dapat berdampak negatif. Seorang anak yang menggunakan Internet sering kali menjadi sasaran empuk dari orang-orang yang berniat jahat maupun pornografi. Apa yang dapat dilakukan orang-tua untuk melindungi anak mereka?
Bila digunakan dengan baik, teknologi Internet tentu berdampak positif. Seseorang dapat dengan mudah mencari informasi yang ingin diketahui. Dengan hanya mengetikkan kata pada mesin pencari (search engine), ada banyak situs web yang dirujuk tentang informasi tersebut. Adanya e-mail memungkinkan seseorang dapat mengirim sebuah surat untuk orang lain dengan cepat dan mudah. Ruang obrol (chatting room) memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan banyak orang yang saling berjauhan sekaligus. Atau yang sedang marak, hadirnya situs web jejaring sosial seperti Facebook atau Friendster yang memungkinkan seseorang untuk menemukan teman lama yang sudah lama tidak dijumpai.
Namun, hal positif dari Internet ternyata dapat berakibat buruk bila digunakan secara tidak bertanggung jawab. Banyak anak yang ketagihan atau kecanduan Internet sehingga mereka betah berlama-lama di depan komputer sehingga lupa akan kewajiban mereka yang lebih penting untuk makan, mandi bahkan enggan untuk belajar. Salah satu penyebab seorang anak begitu menyukai Internet karena mereka mendapatkan suatu pengalaman baru dan mereka bisa mendapatkan kenyamanan. Atau mereka mendapat sesuatu dari dunia maya ini yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata. Di dunia maya dia bisa menjadi orang lain yang diinginkan. Misalnya, seorang anak yang pemalu dapat dengan mudah berkenalan melalui chating atau e-mail. Dalam game online, mereka dapat membuat karakter mereka menjadi karakter yang cantik, kaya, atau hal lain yang mungkin berbeda dengan kehidupan nyata mereka.

Bahaya Pornografi Internet

Yang lebih memprihatinkan adalah bila seorang anak ketagihan pornografi di Internet. Dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno dibuat! Benar-benar angka yang memprihatinkan. Ini tidak hanya melanda anak-anak, kerena banyak orang dewasa yang juga ketagihan pornografi di Internet karena dengan mudah dan tanpa malu, seseorang dapat mengakses dan melihat gambar-gambar porno bahkan melalui telepon genggam.
Awalnya, mungkin seorang anak tidak berniat untuk melihat pornografi dan akan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang baik. Tetapi, situs porno ini dapat muncul secara tiba-tiba saat seorang anak mencari bahan informasi untuk tugas sekolahnya atau untuk keperluan lainnya. Seorang anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal, maka seorang anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran.
Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik. Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Di sini juga dihasilkan dopamin, yaitu hormon yang menghasilkan perasaan nyaman, rileks atau fly pada seseorang.
Seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bahaya Pemangsa Seksual

Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks. Bila tidak berhati-hati, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mencuri identitas pribadi yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan.

Ciri Kecanduan Internet

Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.

Cara Menghindari Bahaya Internet

Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet, sebagai orang-tua Anda dapat melindungi buah hati Anda dengan melakukan hal-hal berikut:
  • Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet

    Jangan mengganggap diri terlau tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang-tua berpikir tidak ada dampak negatif dari Internet.
  • Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat

    Kadang orang-tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang-tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak.
  • Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri

    Karena Anda tidak dapat mengawasi anak Anda 24 jam, biasakan anak Anda untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat Anda tidak ada atau saat muncul situs porno mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Anda tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.
  • Batasi penggunaan Internet

    Jangan biarkan anak anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini.
  • Jaga komunikasi yang baik dengan anak

    Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan Anda untuk menanamkan nilai-nilai moral. Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak mudah terkecoh.
Semua orang-tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Anda perlu melindungi anak Anda dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi dan para pemangsa atau predator seksual.

Mengapa Anak Mendapat Nilai Buruk di Sekolah?

Apakah Anda dipusingkan oleh masalah akademis anak di sekolah? Nilai anak yang rendah, kekuatiran terhadap kelanjutan akademis anak atau mendapat panggilan dari sekolah cukup memberikan kerepotan tersendiri. Coba selidiki apa akar permasalahan kesulitan belajar si anak dan lakukan solusi agar hal ini tidak lagi mengganggu.

Kesulitan Belajar Anak

Seorang anak dianggap mengalami kesulitan belajar jika kemampuan membaca, menulis dan matematika lebih rendah dibandingkan dengan tingkat usia, hasil ukur kemampuan akademis dan intelegensianya. Artinya, terdapat perbedaan anatara hasil akademis yang dicapainya dengan rata-rata kemampuan optimalnya. Misalnya, hasil test IQ seorang anak menunjukkan angka 140 dan senang membaca ensiklopedia, tetapi di sekolah anak ini mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan tergolong hiperaktif sehingga selalu mendapatkan nilai buruk karena tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan gurunya.
Masalah ini tidak dapat dianggap sepele. Anak yang mengalami kesulitan belajar akan memperoleh nilai yang rendah di sekolahnya. Akibat lebih lanjut, anak menjadi tidak senang belajar, tinggal kelas atau mengalami Drop Out (DO) dari lembaga akademis akibat tidak memenuhi standar nilai yang harus dicapai.
Ada dua penyebab kesulitan belajar seperti ini. Yang pertama disebabkan faktor internal dan kedua karena faktor eksternal. Faktor internal sendiri terbagi atas dua faktor, yaitu karena faktor fisik dan faktor psikis. Sedangkan faktor eksternal terbagi atas faktor eksternal di dalam keluarga dan faktor eksternal di sekolah.

Faktor Internal


Faktor Internal: Fisik

Faktor fisik antara lain kecerdasan yang tidak sesuai dengan usia biologisnya, sistem saraf pusat yang belum matang, penyakit epilepsi/kejang, kurang gizi, gangguan sebelum kelahiran seperti kelainan kromosom, stress pada saat ibu mengandung, penyakit yang dialami ibu saat kehamilan, konsumsi obat-obatan, rokok atau alkohol saat ibu mengandung. Penyebab lainnya yaitu gangguan perinatal atau saat sekitar akan melahirkan misalnya, proses persalinan yang lama dan sulit, infeksi otak karena virus/bakteri, kekurangan gizi.

Faktor Internal: Psikis

Faktor psikis misalnya karena trauma untuk belajar karena pernah dipaksa dengan tekanan atau kekerasan untuk belajar, kesulitan berkonsentrasi karena gangguan untuk memusatkan perhatian, gangguan membaca (disleksia), berhitung (diskalkulia) dan menulis (disgrafia), gangguan kecemasan, mood yang labil atau karena stres setelah mengalami trauma tertentu.

Faktor Eksternal


Faktor Eksternal: Keluarga

Faktor eksternal antara lain karena keluarga yang tidak harmonis dan sering bertengkar yang mengganggu perkembangan psikis anak, proses pembiasaan belajar di rumah yang tidak menyenangkan, tidak ada teladan dari orangtua untuk belajar, tidak tegas atau tidak konsisten dalam mengasuh anak khususnya dalam hal mengasuh untuk belajar misalnya, saat belajar diajak pergi ke mal.

Faktor Eksternal: Sekolah

Faktor eksternal di sekolah antara lain karena kurikulum pelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan anak, cara guru mengajar yang tidak jelas, suasana dan tempat belajar di sekolah yang tidak mendukung atau adanya bullying (sikap menyakiti bisa berupa kata-kata atau secara fisik) dari teman sekolah.

Solusi Sulit Belajar

Solusi untuk anak yang mengalami kesulitan belajar tidak selalu sama untuk setiap anak, karena tergantung pada akar permasalahan dan kondisi lingkungan anak. Untuk mencari jalan keluar dalam masalah ini, Anda dapat mulai menyelidiki apa penyebab kesulitan belajar pada anak Anda. Beberapa contohnya seperti yang diberikan di atas, tetapi bisa juga karena hal lain yang tidak disebutkan.
Apabila telah mengetahui akar permasalahannya, Anda dapat mencoba mencari solusinya. Khususnya, jika kesulitan belajar karena faktor eksternal, solusi dapat segera dilaksanakan karena tidak menyangkut kemampuan fisik atau adanya masalah dari dalam diri anak Anda.
Komunikasi dengan teman hidup, anggota keluarga serumah, pengasuh dapat dilakukan agar tercipta suasana nyaman di dalam keluarga. Bicarakan bagaimana cara pengasuhan dan pembiasaan belajar yang tepat untuk anak. Untuk masalah di sekolah, penting agar orang tua menjaga komunikasi yang baik dan terbuka dengan guru. Orang tua dapat memberitahu masalah yang dihadapi anak dan meminta bantuan guru untuk membantu dan memberi perhatian kepada anak selama di sekolah. Komunikasi yang baik akan membantu guru untuk berbicara secara terbuka tentang bagaimana sikap anak selama di sekolah yang mungkin tidak diketahui orang tua sehingga menjadi masukan bagi orang tua untuk mendidik anak.
Jika kesulitan belajar disebabkan faktor internal, orang tua dapat menggunakan bantuan dari tenaga ahli, misalnya dengan berkonsultasi dengan dokter atau terapis. Jika diperlukan, orang tua dapat melakukan terapi-terapi unutk membantu meningkatkan kemampuan anak. Misalnya terapi wicara jika ada masalah dalam hal bicaranya, terapi integrasi sensorik-motorik, terapi remeridial untuk membantu memperbaiki konsep belajar, terapi okupasi untuk memperbaiki motorik halus sehingga anak dapat lebih baik untuk memegang pensil, menulis, dan menggambar.
Perhatian dan kasih sayang orang tua adalah bantuan terbesar untuk anak, termasuk bagi anak yang mengalami kesulitan belajar. Terus dukung dan tunjukkan rasa sayang untuk anak Anda.