Rabu, 25 Maret 2009

Gema Kehidupan

Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di sebuah gunung. Tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit, “Aaaaahhh!!!” Betapa kagetnya ia, ketika mendengar ada suara dari balik gunung, “Aaaaahhh!!!”
Dengan penuh rasa ingin tahu, ia berteriak, “Hai siapa kau?”. Ia mendengar lagi suara dari balik gunung, “Hai siapa kau?”
Ia merasa dipermainkan dan dengan marah berteriak lagi, “Kau pengecut..!!” Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara, “Kau pengecut..!!”. Ia lalu menengok ke ayahnya dan bertanya, “Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?”.
Ayahnya tersenyum dan berkata, “Anakku, mari perhatikan ini”. Kemudian ia berteriak sekuat tenaga pada gunung, “Aku mengagumimu..!!”. Dan suara itu menjawab, “Aku mengangumimu..!!”. Sekali lagi ayahnya berteriak,”Kau adalah sang juara..!!”. Suara itu pun menjawab lagi,”Kau adalah sang juara..!!”.
Anak itu merasa terheran-heran, tapi masih juga belum memahami. Kemudian ayahnya menjelaskan, “Nak, orang-orang menyebutnya GEMA, tetapi sesungguhnya inilah yang dimaksud dengan hidup itu. Ia akan mengembalikan padamu apa saja yang kau lakukan dan katakan.”
Hidup kita ini hanyalah refleksi dari tindakan kita. Bila kau ingin mendapatkan lebih banyak cinta kasih di dunia ini, maka berikanlah cinta kasih dari hatimu. Bila kau ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka berikanlah kebaikan dari dirimu.
Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam hidup. Hidup akan memberikan apa yang telah kamu berikan padanya. Maka, sebenarnya hidup ini BUKAN SUATU KEBETULAN. Hidup adalah pantulan dari dirimu; gema dirimu.

Jumat, 20 Maret 2009

PKJ 267 - Damai Di Dunia

Damai di dunia dan kitalah dutanya.
Damai sejahtera, amalkanlah maknanya,
Allah, Bapa kita, kita anakNya,
rukun bersaudara penuh bahagia.
Damai di dunia dan inilah saatnya.
Ucapkan ikrarmu, jalankan perintahNya,
setiap kata dan karya kita memuji namaNya.
Damai di dunia, kini dan selamanya.
Kini dan selamanya.