Senin, 28 November 2005

Bagaimana Proses Persalinan Bayi?

persalinan untuk mendapatkan bayi yang didambakan. Proses ini juga dialami semua dari kita, tetapi tentu saja kita tidak ingat bagaimana peristiwa tersebut, peristiwa ketika Anda keluar dari rahim ibu. Mari cari tahu, apa yang terjadi pada peristiwa pertama kali dalam hidup Anda.
Setelah mengandung atau menjalani masa kehamilan selama 37 sampai 42 minggu, kini tibalah saat yang ditunggu dan mendebarkan. Seorang calon ibu harus menjalani proses

Proses Persalinan

Selama kehamilan, janin tinggal dengan aman pada rahim calon ibu. Di tempat yang terlindung ini, janin mendapat makanan yang bergizi, terlindung dan terus berkembang sampai akhirnya janin lengkap membentuk organ-organ tubuh dan siap dilahirkan. Proses ini dapat terus berlangsung karena leher rahim tertutup rapat sehingga janin dapat terus tinggal aman di dalam rahim selama kurang lebih 9 bulan. Setelah masa kehamilan selesai, kini janin siap untuk keluar dari rahim dalam proses persalinan.
Seorang calon ibu yang akan bersalin, biasanya akan dimulai dengan rasa mulas pada perut yang diakibatkan gerakan kontraksi pada otot-otot uterus. Rasa yang tidak menyenangkan dan membuat sakit seorang calon ibu. Kemudian, untuk mempersiapkan jalan keluar bagi bayi, leher rahim mulai menipis, melunak dan merenggang juga ditambah dengan membesarnya vagina. Bersamaan dengan membesarnya leher rahim dan vagina, selaput ketuban pecah dan menjadi penanda, bayi harus segera keluar.
Sebagai tenaga untuk mendorong bayi, rahim mulai menciut dan berkontraksi yang akan membantu bayi keluar. Calon ibu juga harus membantu besarnya tenaga dorongan agar bayi dapat segera keluar. Pada persalinan normal, seorang calon ibu mengejan agar kelahiran bayi yang ditunggu-tunggu dapat terjadi.
Penyebab rahim yang menciut dan perenggangan leher rahim dipicu oleh 2 hal. Pertama, dihasilkannya hormon oksitosin yang diproduksi otak dalam jumlah yang besar. Faktor kedua adalah berhentinya hormon progesteron dari plasenta sehingga rahim mulai berkontraksi dan akan mendorong bayi keluar.
Setelah bayi keluar, bayi harus mengalami perubahan lingkungan yang sangat berbeda dari tempat tinggal sebelumnya di dalam rahim. Jika sebelumnya paru-paru janin pada rahim berisi air ketuban, kini setelah lahir, paru-paru bayi harus diisi dengan udara agar dapat bernapas. Untuk mengisi paru-parunya dengan udara, bayi harus menangis dan ini menjadi tangisan pertama yang menentukan.
Menjalani proses persalinan, walaupun dalam waktu yang relatif singkat akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, mendebarkan sekaligus membahagiakan karena inilah proses untuk kehadiran sang buah hati. Agar dapat menjalankan proses persalinan dengan lancar, kesehatan ibu dan beberapa prosedur perlu diketahui calon ibu. Maka, sangatlah penting untuk tetap menjaga kesehatan dan menyantap makanan yang bergizi untuk menyambut kehadiran bayi Anda.

Kamis, 24 Maret 2005

Atasi Stres selama Kehamilan

Kadangkala, kehamilan tidak hanya mendatangkan kebahagiaan tetapi juga dapat membuat seorang calon ibu menjadi stres atau merasa tertekan. Berbagai penyebab dapat menjadi pemicu seorang calon ibu tidak nyaman, baik secara fisk maupun secara pikiran. Padahal, stres yang dialami ibu dapat berpengaruh pada perkembangan janin yang ada di kandungannya.


Problem saat Hamil

Masa kehamilan memang bukan masa yang mudah bagi seorang wanita. Beberapa hal kurang meyenangkan harus dihadapinya. Perubahan dan peningkatan hormon tertentu dapat membuat emosi tidak stabil Bentuk tubuh yang berubah dapat juga membuat wanita yang tengah hamil merasa terhambat untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan cepat lelah.
Munculnya morning sickness atau rasa mual yang biasa menyertai masa-masa awal kehamilan, dapat membuat kebutuhan gizi tidak terpenuhi. Belum lagi, jika kehamilan tidak direncanakan sehingga secara psikologis belum siap atau tidak mendapat dukungan dari pasangan hidup, membuat masa kehamilan semakin berat dan dapat menimbulkan stres pada wanita hamil.
Hal diatas. Adalah perubahan yang timbul karena kehamilan. Tetapi, stres juga bisa dipicu dari faktor-faktor luar yang kebetulan terjadi pada saat seorang wanita mengandung. Seperti masalah ekonomi, keluarga atau kesehatan yang juga dapat memberatkan masa-masa kehamilan.


Tips Mengatasi Stres saat Hamil

Stres yang Anda alami dapat mempengaruhi bayi dalam kandungan. Penelitian mencatat bahwa seorang ibu yang stres dapat membuat anak yang dilahirkan menjadi mudah stres juga, bersikap hiperaktif atau jika stres benar-benar parah, dapat menyebabkan keguguran. Maka, bagi para wanita harus segera keluar dari stres yang berkepanjangan. Demi sang buah hati, ibu hamil harus mengambil langkah-langkah membuang stres. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
  • Tekad untuk Keluar dari Stres

    Hal pertama yang harus ada adalah tekad dari dalam diri Anda sendiri agar tidak membiarkan diri berlarut-larut dalam masalah Anda. Pandanglah bahwa masalah Anda pasti memiliki jalan keluar dan masih banyak orang yang mengalami situasi lebih buruk dari Anda. Coba selidiki akar permasalahannya dan cobalah cari jalan keluarnya.
  • Istirahat

    Pastikan agar Anda cukup tidur setiap harinya. Kurang tidur akan membuat keadaan semakin buruk dan menimbulkan suasana hati yang tidak stabil sehingga perasaan Anda semakin tidak enak. Kurang istirahat juga membuat Anda semakin cepat lelah dan mudah terserang penyakit.
  • Makanan Bergizi

    Walau dalam kondisi yang tidak baik, asupan gizi dari makanan harus tetap diperhatikan agar tubuh Anda tetap mendapatkan gizi yang cukup. Gizi yang baik tidak hanya akan menguatkan Anda tetapi juga akan membantu perkembangan janin.
  • Olahraga

    Selain akan membuat tubuh lebih segar, manfaat lainnya adalah dapat meredakan stres. Hanya saja, saat hamil, tidak diperkenankan melakukan olahraga yang berat atau dalam porsi yang berlebihan. Anda mungkin dapat berjalan-jalan sejenak di taman pada pagi hari. Tanyakan kepada dokter apa olahraga yang dapat dilakukan selama masa kehamilan.
  • Komunikasi

    Untuk mengurangi beban Anda, ceritakan masalah Anda pada orang yang tepat. Bercerita kepada sahabat, keluarga atau teman hidup dapat menjadi pilihan. Selesai menceritakan masalahnya, seseorang dapat merasa lebih lega.
  • Konsultasikan dengan Dokter

    Jika Anda masih belum sanggup untuk keluar dari stres. Cobalah untuk menceritakan hal tersebut kepada dokter yang menangani Anda. Dengan pengalamannya, seorang dokter mungkin telah menangani kasus-kasus yang serupa dengan yang Anda alami sehingga dapat memberikan solusi. Dokter juga dapat melihat apakah Anda membutuhkan seorang psikiater untuk membantu Anda atau tidak dan memberi rujukan yang tepat.
Nikmatilah masa-masa kehamilan Anda dan jangan biarkan stres mengganggu Anda atau bayi mungil yang sedang ada dalam rahim Anda.